MISTERI ANGKRINGAN
Penulis : Gunawan
Di sore sabtu menjelang pukul 18.40 WIB saya bersiap-siap mengikuti Opening Ceremony Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) yang diselenggrakan oleh PBPGRI tiba-tiba akung panggilan kami kepada bapak mertua berkata, "Gun ayo temenin akung ke ankringan". Dengan mengernyitkan dahi aku berkata, "kung saya mau rapat jam 7.00 belum tau selesainya jam berapa". Dalam hati ada apa ini kok seperti dadakan mengajak saya. Laksana orang ngidam berkali-kali akung menanyakan, akhirnya selesai juga sekitar jam 10.00 malam rapat bersama peserta menulis KBMN.
Saya menuju kamar akung menanyakan kembali kepada akung mengenai angkringan ternyata akung sudah badmood berimbas tidak jadi menuju angkringan. "Ya sudahlah" dalam hati saya berkata. Ibu negara sudah memanggil tanda mengajak istirahat, Rieka pun menghampiri sambil menarik tanganku ke kamar. Abyasa sudah ada dikamar dari tadi sambil bermain lilin mainan.
Keesokan harinya di hari minggu ternyata akung masih berhasrat untuk ke angkringan, itu dibuktikan setelah memindahkan mobil ke parkiran akung mengajak ke angkringan. Ada yang menggelitik di benak saya apa yang menjadi motivasi ngoyo ke angkringan. Akung menjawab dengan santai, "Akung belum pernah ke angkringan gun mau tau rasanya". "Waduh", ucapku sesimple itu ternyata alasannya.
Akung, saya dan abyasa akhirnya meluncur menggunakan motor beat akung mencari angkringan terdekat di daerah bintara bekasi namun baru saja berjalan sekitar 500 m akung berubah pikiran ingin angkringan yang ada pool bus Sumber Alam didaerah Pondok Ungu Bekasi. "Lah kirain akung yang penting angkringan ?ternyata maunya di pondok ungu?" tanyaku. "Ga mau, maunya yang di pool Sumber Alam", jawab akung. Lantas saya berpikir dengan kondisi fisik sekarang akung agak bermasalah perjalanan jauh menggunakan motor sebaiknya menggunakan mobil saja langsung saja kami kembali pulang untuk berganti mobil.
Sesampainya di rumah sekalian saja uti, Rieka dan ibu negara diajak serta, menambah ramai suasana. Akhirnya kami meluncur ke daerah pondok ungu tepat nya di pool Sumber Alam, namun apa yang kami temukan sungguh mengecewakan bagi akung disana dekat pager pool terlihat gerobak tanpa penghuninya "kosong" hanya ada gerobak minuman dengan seseorang yang melayani pembelinya. Akung melangkah masuk kedalam loket untuk menanyakan perihal angkringan kenapa tidak jualan. Ternyata sudah dua hari pedagangnya pulang kampung dengan alasan "cape".
Saya keluarkan handphone dari saku dengan harapan membuka aplikasi google map ada secercah harapan mengabulkan permintaan akung. Benar saja sekitar 800 meter dari lokasi kami ternyata ada angkringan jogja begitu merek dagangnya dekat dengan pasar Kranji. Langsung saja putar haluan. Syukurnya hari itu kondisi jalan tidak terlalu ramai butuh waktu sekitar 15 menit kami sampai lokasi kedua. Namun lagi-lagi kekecewaan yang kami temukan hanya ada gerobak kosong kembali.
Dengan sigap saya ambil handphone kembali membuka aplikasi google map lagi dan alhamdulillah target ketiga muncul dengan nama Angkringan Zaskia dan sangat dekat dari lokasi kedua hanya berjarak 100 meter kami bergerak maju berdasarkan arah dari map ternyata kami salah arah mau tidak mau putar balik ke lokasi sebelumnya. "Akhirnya" terpampang jelas gerobak ditemani oleh seorang yang sibuk melayani pelanggang yang tertata rapih dihadapan gerobak. Terlihat sumringah diwajah akung saat ada kehidupan di angkringan. Ada satu keluarga sudah mendahului kami duduk diterpal yang berada tepat halaman ruko yang sudah tutup. Kami pun ikut bergabung di terpal itu.
Kami pesan sate usus, sate telur puyuh, nasi kucing, sate sosis, sate otak-otak dan minuman susu jahe, teh jahe, kopi susu. Lumayan bersahabat dikantong dengan harga Rp. 3.000 untuk jenis sate dan minuman jahe, kopi dengan harga Rp. 6.000. Untuk menu sederhana bisa ditemukan disini kalau kita mencari mwnu yang mewah berarti salah tempat. Tidak hanya makan aktifitas yang terjadi di angkringan ada juga terlihat kumpulan bapak-bapak sekitar 5 orang duduk dekat ruko yang telah tutup sedang berbincang layaknya obrolan warung kopi, tak terdengar apa yang menjadi tema yang sedang di obrolkan. Santai dan lepas seakan menghilangkan penat seharian kerja mungkin itu gambaran yang dipertontonkan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB saatnya kami pulang karena senin sudah memulai aktifitas lagi. Sampai rumah pukul 21.45 WIB lumayan cepat dengan kondisi jalan yang agak lengang. Anak-anak lelah dan kami bersiap untuk istirahat, terdengar suara Rieka berkata, "cucu" pertanda ingin minum susu lantas saya siapkan sebotol susu hangat. Sedangkan Abyasa bersiap untuk sikat gigi dan berganti baju tidurnya. Disusul ibu negara yang menyiapkan kasur untuk beristirahat.
Ada perasaan lega dapat mengabulkan permintaan akung, semoga sehat terus akung. Temani cucu-cucu hingga besar nanti.

Komentar
Posting Komentar