MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Penulis : Gunawan

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA  PBPGRI

Gelombang ke-28 Pertemuan 11

 

Resume ke          : 11

Gelombang         : 28

Tanggal               : 1 Februari 2023

Tema                   : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber        : Widya Setianingsih, S.Ag

Moderator           : Mutmainah, M.Pd

 

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Assalamualaikum wr.wb. 

Salam sejahtera untuk kita semua.

Semangat....semangat....semangat.....!!!

 

Dipertemuan ke-11 ini semakin menantang mood untuk menulis sehingga tentunya akan berpengaruh juga kepada para peserta dengan variasi materi yang disampaikan. Pada pertemuan ini akan dipandu oleh moderator kita ibu Mutmainah, M.Pd dan dibimbing oleh narasumber Ibu Widya Setianingsih, S.Ag dengan tema materi Mengelola Majalah Sekolah yang dimulai pada Pukul 19.00-21.00 WIB. 

BIONARASI NARASUMBER

Ibu Widya Setianingsih, M.Pd yang seorang guru MI ini merupakan jebolan dari UIN Malang. Pengalaman beliau diantaranya sebagai Pemred Majalah Kharisma tahun 2010-sekarang, Ketua Gerakan Literasi Madrasah, Sekretaris dua di KOMNASDIK. 

Selain itu karya yang sudah dihasilkan buku solo berjudul LARAS MAKNA DALAM PUISI, 50 Buku Antologi dan sedang mencoba dunia editor. 

Pukul 19.01 Pertemuan dibuka oleh moderator dengan menyapa para peserta KBMN Gelombang 28 sekaligus perkenalan moderator Ibu Mutmainah yang biasa dipanggil Emut. Ibu Emut merupakan Alumni peserta KBMN Gelombang 24 dan juga telah menelurkan buku solo dan 20 buku antologi.

Pertemuan dibagi menjadi 4 sesi : Pembukaan, Penjabaran materi, Sesi Tanya Jawab dan Penutup. Untuk pertanyaan bisa menghubungi di no. WA moderator. 

Majalah menurut KBBI merupakan Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.  waktu penerbitannya dibedakan atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan dan sebagainya.

Menurut isinya majalah dibedakan menjadi :

1. Majalah berita

2. Majalah Anak-anak

3. Majalah Wanita

4. Majalah Olahraga 

5. Majalah Sastra Ilmu Pengetahuan tertentu

6. dan sebagainya

Majalah Sekolah adalah Majalah yang dikelola, dibuat dan diedarkan dikalangan sekolah. Dari sekolah untuk sekolah. Keberadaan majalah sekolah tentu sangatlah penting sebagai media penampung karya siswa sekaligus sebagai media komunikasi.Majalah sekolah bersifat informatif, edukatif dan tentu juga kreatif.  

Disaat membuat majalah sekolah tidak semudah membalikan telapak tangan namun ada juga tantangan dan kendala saat diantaranya :

1. SDM, Menyatukan ide dan gagasan dengan merekrut taman-teman yang memiliki jiwa litersi serta membentuk susunan redaksi majalah.

2. Sumber dana, Menyusun anggaran dan menentukan arah sumber dana menjadi penentu keberlangsungan majalah sekolah. 

3. Dukungan sekolah, Mengajukan proposal, membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana untuk mengarahkan program majalah sekolah serta sebagai keseriusan sekolah untuk membuat majalah.

4. Dukungan Stake Holder, melakukan sosialisasi pada wali murid tentang rencana pembuatan majalah dan pembiayaanya, mencari sponsor dan rekanan yang mendukung.

Disetiap organisasi apapun tentunya wajib mencantumkan struktur organisasi begitu juga tim majalah sekolah perlu membuat Susunan Redaksi Majalah Sekolah. Adapun standar baku susunan redaksi majalah sekolah sebagai berikut :

1. Penasehat. Yayasan dengan tugas memberikan segala pertimbangan terhadap crew tentang majalah sekolah.

2. Penanggung jawab. Kepala Sekolah dengan tugas bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada pemimpin redaksi sepanjang menyangkut isi penerbiatan (redaksional).

3. Pimpinan Redaksi. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggungjawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. 

4. Editor. Bertanggungjawab swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.

5. Reporter. Reporter merupakan "prajurit" di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya merupakan tugas pokoknya. 

6. Fotografer. tugasnya mengambil gambar persitiwa atau objek yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layout. tugasnya mendesain majalah dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.

8. Bendahara. bertugas mengatur jalnnya sirkulasi keuangan majalah sekolah.

  

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11


Manfaat majalah sekolah yang diperoleh antara lain :

1. Sebagai sarana komuikasi sekolah dengan wali murid, dan siswa 

2. Media komunikastif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan

3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll)

4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat 

5. Menjadi kebangggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Menentukan artikel yang akan ditampilkan sebagai berikut :

1. Visi misi sekolah : Visi misi sekolah masing-masing dituliskan di halaman 2

2. Salam redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu. 

3. Berita sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringantan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.

4. Profil guru : dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.

5. Profil siswa berprestasi : menampilkan siswa paling berprestasi. 

6. Karya siswa : menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll.

7. Kegiatan siswa : Kegiatan Outclass, ataupun inclass misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll.

8. Kuiz berhadiah : Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambarm dll. Dan berhadiah.

9. Prestasi sekolah : Menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa dan sekolah.

10. Info dan pengumuman : Info Ujian, libur dsb.

Bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas sekolah misalnya Belajar bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris), Do You Know (berisi pengetahuan-pengetahuan umum yang bisa menambah wawasan siswa, yang ditulis dalam 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), Komik, Tutorial menggambar, iklan dari sponsor, dll.

Agar majalah sekolah kita memiliki hak paten maka ada baiknya kita mengajukan ISSBN/QCRBN sangatlah penting, kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN/QCRBN.

Didalam majalah sekolah perlu menentukan bahasa yang akan kita pakai harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi dan wali murid yaitu :

1. Saran : Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak

2. Tidak terlalu formal/kaku 

3. Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan

4. Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalakan harus sopan)  

5. Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca

Untuk materi isi majalah carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai dengan tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, SMA). Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek. Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

Pada pembiayaan majalah digunakan untuk biaya cetak majalah, membayar HR crew dan pembelian hadiah kuiz dll.

Pembiayaan cetak majalah bisa dibagi menjadi 3 yaitu : 

1. Murni dari siswa : siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP).

2. BOSDA, Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA karena ada pos biaya cetak majalah sekolah dan honorarium crew.

3. Sponsor, bisa dari wali murid yang ingin beriklan tentang usahanya. 

Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bisa tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui whatsapp, web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

Terkadang ilmu selalu update atau pemukhtahiran oleh karena itu perlu adanya jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop untuk layout dll denganmemberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli. 

Crew merupakan sebuah team, ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas sama pentingnya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team, saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team. 


Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Sumber : KBMN Gelombang 28 Pertemuan 11

Demikianlah hasil pertemuan ke-11 yang sangat penuh daging pembahasannya. Semoga membawa manfaat bagi kita semua peserta KBMN gelombang 28. Terima kasih.

 

 

Salam satu pena...!!! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proofreading, Cek and Ricek Sebelum Cetak Tulisan !

THE BEGINNING

GR PELANTIKAN PENGURUS OSIS