KNALPOT BOCOR
Oleh : Gunawan
Seperti biasa sabtu dan minggu adalah hari favorit untuk saya, istri terutama bagi anak-anak. Kenapa?? di hari inilah saya bisa menemani mereka dengan penuh tanpa gangguan setelah melaksanakan rutinitas kerja dari senin hingga jumat.
Namun hari sabtu kemarin menjadi berbeda karena "ibu negara" sudah "booking" di hari jumat. "Papap hari sabtu agenda padat ya ganti mika motor supra, ganti kulit jok, ganti spion, servis knlapot, belanja bulanan" ujar ibu negara. Wah banyak juga agenda di hari sabtu, weleh. Tentu saja tanpa pikir panjang karena memang tidak ada agenda khusus di hari sabtu maka saya "iyakan".
Tibalah di hari sabtu yang semula rencananya pukul 09.00 WIB kami berangkat ke bengkel ternyata meleset menjadi pukul 10.00 WIB . Baiklah....
Tujuan pertama kami mencari mika lampu supra 125 yang pecah saat ibu negara parkir di penitipan motor daerah stasiun kereta Bekasi. Dari bengkel satu ke yang lainnya total ada empat bengkel sudah kami tanyakan ternyata tidak ada mika yang kami buru, menyerah mencari mika akhirnya kami putuskan untuk ke target berikutnya yaitu servis knalpot motor.
Ada pengalaman yang menarik saat kami dibengkel knalpot yang ingin saya ceritakan di blog ini, begini ceritanya (mode on serius wkwkwk...).
Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB hmmmm... lumayan lama juga kami cari-cari mika, sudah ada 4 motor yang antre dan 2 motor sedang di kerjakan bakalan lama nih dalam hati saya bergumam, motor yang mengantre yaitu satria FU, Vesva, Supra, Jupiter MX, mio dan vario.
Masing-masing dengan keluhan berbeda-beda sepengetahuan mata memandang. Satria Fu dengan bobok knalpotnya,Vesva melepas asesoris knalpot yang menempel, mio ganti knalpot dengan membawa knalpot lepasan sendiri ditambah bobok, jupiter mx dan vario ganti pipa exhaust atau biasa disebut leheran knalpot.
Banyak yang bisa digali dari sini mulai dari kemampuan teknis sampai manajemen bengkel.
Yang pertama mengenai teknis pekerjaan saya pribadi melihat masih kurangnya peralatan safety diri sendiri yang melekat, pekerja tidak menggunakan pelindung mata, tangan serta badan. Layaknya SOP mengelas tentunya ada rangkaian perlengkapan yang harus disiapkan kacamata sebagai pelindunh mata, sarung tangan melindungi dari percikan ataupun panas dari benda kerja yang telah di las. Apron serta wearpack standar untuk melindungi dari percikan api akibat letupan sisa las, topeng las untuk melindungi muka dari asap panas saat mengelas.
Kenapa alat safety diperlukan saya melihat secara gamblang saat pekerja mengelas terlihat salah satu matanya memerah bisa dikarenakan percikan sisa las bisa jadi karena tidak memakai kacamata. Yah itu salah satu contoh yang terlihat jelas. Juga pastinya ada contoh lain yang tidak saya jelaskan.
Namun bukan itu inti dari tulisan ini saya buat, saya melihat prospek bisnis yang menggiurkan dari bengkel knalpot. Disamping jumlahnya yang terbatas juga memerlukan skill tertentu untuk pekerjanya. Nah itulah yang membuat penentu harga servis menjadi lumayan di mata saya, satria FU dengan bobok knalpot merogoh kocek sejumlah Rp. 250.000, mengganti leheran supra dengan bahan besi biasa Rp. 100.000 sedangkan dengan bahan stainless Rp. 210.000, melepas asesoris knalpot vesva dengan biaya Rp. 100.000. Belum lagi knalpot yang dipajang untuk dijual yang harganya mencapai ratusan ribu sampai jutaan. Apa tidak menggiurkan ?
Selain keuntungan yang ditawarkan tak lepas dari modal awal yang memang perlu disiapkan diantaranya las asitelin, las listrik untuk jenis stanless, mesin bending, tools dan lain sebagainya. Tidak sedikit memang biaya modal awal tapi masih berbanding lurus dengan keuntungan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 WIB tibalah giliran kami, meraka menanyakan, "kenapa motornya ?" ujar salah satu pekerja. Sahut aku, " ini mas knalpotnya bocor". Ya betul mengganggu memang suara yang dihasilkan dari knalpot agak bising ibu negara khawatir ada komplen dari orang lain. Ada dua solusi dari mas nya, pertama di tambal namun kekuatannya tidak akan bertahan lama dengan biaya Rp. 50.000, kedua diganti pipa exhaust agar lebih awet dengan biaya Rp. 100.000.
Setelah berunding kami putuskan mengganti pipa exhaust dengan pertimbangan masa pakai lebih lama. Tak terasa sudah 40 menit akhirnya kelar juga servis knalpot bocornya dengan hasil yang rapih dan suara bising pun hilang.
Kami lanjutkan destinasi kami yang selanjutnya mengganti jok, berburu mika dan terakhir belanja bulanan yang lain kali akan saya ulas.
Demikian sepenggal pengalaman kecil yang saya rasakan dan juga ada peluang yang menjanjikan bagi yang ingin berbisnis dibidang otomotif.
Salam 1 pena. Semangat !!!!

Komentar
Posting Komentar