ADA APA DENGANMU (PROSTAT)??
Penulis : Gunawan
Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera untuk kita semua...
![]() |
| Sumber : koleksi pribadi |
Hari sabtu tepatnya 21 Januari 2023 handphone berdering 21 kali dari Mira adik saya yang tinggal bersama orang tua. Dan satu kali panggilan video dari Anah adik paling besar. Ada apa ini tiba-tiba mereka berdua menelpon dan tidak tanggung-tanggung jam 4 pagi sudah menelpon.
Kebetulan sehari sebelumnya saya, istri, anak-anak dan mertua memang berkunjung ke hajatan saudara yang terletak di Tajur Halang Bogor acara akad nikah pukul 09.00-10.00 WIB dan resepsinya sendiri mulai pukul 11.00-selesai. Namun kami meluncur pukul 08.30 WIB biasa mengkondisikan "pasukan" terlebih dahulu. Setelah meluncur kami tidak langsung ke resepsi namun menjemput adik ipar dahulu yang ada di perumahan inkopad AD. Dan singkat cerita sampai rumah kembali pukul 22.55 WIB.
Alhasil keesokannya bangun pukul 05.35 WIB. Itupun tidak langsung mengecek handphone. Pukul 05.40 WIB cek handphone ternyata ada berita bapak sulit untuk buang air kecil. Dari pukul 4 pagi. Lalu saya bergegas ritual pagi alias mandi menyusul sholat subuh yang sangat telat sekali. Kemudian kelar sholat subuh saya hubungi mama menanyakan perihal kronologis kenapa bapak sakit.
Menurut pengakuan mama, bapak sudah berobat dua kali dan masih belum ada perubahan sehingga dirujuk ke rumah sakit. Buru-buru saya berpakaian segera bergegas ke Teluk Pucung dengan mengendarai vario. Sesampainya dirumah saya menyaksikan bapak merintih kesakitan. Bolak balik ke kamar mandi namun tidak ada cairan yang keluar.
Tanpa pikir panjang kami berdua dengan Anah segera bawa ke rumah sakit, Anah bertugas ke faskes puskesmas untuk meminta rujukan BPJS kesehatan sedangkan saya bertugas standby menunggu informasi ke rumah sakit mana yang akan dituju.
Sesampainya di puskesmas teluk pucung ternyata diharuskan membuat rujukan lewat puskesmas Perwira didaerah Kaliabang Bekasi Utara. Dari informasi Anah bahwa bapak di rujuk ke RS. Tiara di Babelan. Yang pada awalnya kami sepakat untuk di rujuk ke RS. Primaya tetapi ternyata sedang tutup menyambut Imlek lalu anah coba daftarlan ke RS. Anna dekat Wisma Asri namun dokter yang di tuju yaitu dokter bedah tidak ada jam praktek. Surat rujukan sudah ditangan dengan tujuan dokter bedah agak membingungkan juga kenapa langsung di rujuk ke poli bedah.
Saya dan bapak bersiap untuk meluncur ke RS. Tiara dengan menggunakan motor Vario padahal dengan kondisi seperti itu lebih baik menggunakan mobil tapi bapak menolak. Kira-kira pukul 08.25 kami jalan menuju RS. Tiara sesampainya disana pukul 08.40 langsung menuju tempat pengambilan nomor antrian. Kami mendapatkan nomor antrian 63.
![]() |
| Sumber : koleksi pribadi |
Bapak terlihat semakin kesakitan mencoba untuk buang air kecil yang dari semalam sudah tidak keluar ternyata tetap tidak keluar juga saat ditoilet RS. Tidak lama sekitar 10 menit kemudian Anah sampai juga, ku panggil dia saat lewat tempat pengambilan nomor antrian. Melihat bapak semakin tidak karuan saya mengusulkan ke Anah untuk berbicara pada admin untuk didahulukan karena dokter bedah praktek hanya sampai jam 10.30 sedangkan waktu sudah menunjukan pukul 09.13. Setelah menanyakan ke admin tetap saja kami harus menunggu hingga dipanggil nomornya.
Akhirnya pukul 09.45 kami dipanggil oleh admin namun ternyata rujukan yang diusulkan kurang tepat karena sudah urgen atau darurat langsung saja bapak di arahkan ke IGD. Perawat meminta bapak untuk rebahan di salah satu tempat tidur IGD, dokter menghampiri kami lalu mengecek kondisi bapak. Disimpulkan oleh dokter bahwa ada masalah dengan prostat. Langsung saja diberikan penanganan untum mengurangi sakit bapak dengan cara pemasangan kateter agar air seni yang tertahan bisa dikeluarkan.
Proses pemasangan dimulai, namun saya takut untuk menyaksikan prosesnya yang "ngilu" bagi saya. Prosesnya tidak sampai 10 menit selesai lega rasanya menurut pengakuan bapak. Air seni yang tertahan akhirnya tumpah. Setelah itu kami bertiga menunggu tindakan lanjut dari dokter setelah menunggu 15 menit dokter menghampiri kami dengan menggunakan sarung tangan dan juga semacam jel dokter memeriksa prostat bapak, entah apa yang dilakukan dokter yang jelas lagi-lagi saya takut untuk melihatnya. Benar saja prediksi dokter prostat bapak membengkak.
Saya hampiri dokter menanyakan apa yang terjadi, penjelasan sementara dokter bahwa prostat bapak membengkak kejadian ini biasanya menimpa laki-laki berusia 50 tahun keatas dimana prostat yang membengkak menghalangi jalan keluarnya air seni sehingga salurannya tersumbat untuk solusinya harus dilakukan tindakan membersihkan saluran buang air kecilnya.
Menurut halodoc kelenjar prostat adalah sebuah organ dari sistem reproduksi pria yang berukuran buah kenari dan berada di dasar kandung kemih. Urine dan air mani yang keluar dari tubuh melewati tabung tipis dari uretra atau Mr P mengalir melalui kelenjar prostat. Cairan alkali yang diproduksi oleh kelenjar prostat dapat menyehatkan sperma dan keluar dari uretra ketika terjadi ejakulasi.
Prostat mengalami dua kali pertumbuhan sepanjang hidup. Pertama kali terjadi ketika seseorang mengalami masa pubertas yang didorong oleh hormon seks yang diproduksi oleh testis. Hal tersebut dapat mendorong prostat untuk mencapai berat rata-rata, yaitu 20 gram. Percepatan pertumbuhan kedua akan terjadi ketika seorang pria memasuki usia tiga puluhan.
Penyakit prostat yang terjadi pada seseorang umumnya disebabkan oleh usia yang semakin menua dengan sekitar 25 persen pria yang berusia 55 tahun ke atas memiliki kondisi prostat yang bermasalah. Hal tersebut akan mengalami peningkatan menjadi 50 persen ketika seorang pria masuk pada usia 70 tahun. Selain itu, penyakit prostat yang terjadi mungkin tidak menimbulkan gejala.
Jadi dari keterangan senada dengan dokter yang memeriksa bapak sudah sesuai dengan gejala yang timbul.
Pukul 12.45 bapak dirujuk melakukan rontgen, saya temani bapak ke ruang radiologi dibantu oleh perawat.
Pukul 13.20 saya dipanggil oleh dokter untuk memutuskan dengan kondisi dokter urologi baru ada praktek hari Rabu pukul 16.00-20.00 apakah bapak mau menginap di rumah sakit sampai hari rabu atau rawat jalan dalam artian menunggu dirumah sampai hari rabu kembali lagi. Lalu saya tanyakan kepada bapak bagaimana baiknya, bapak lebih memilih untuk pulang saja. Setelah saya sampaikan keputusan dokter segera meminta perawat menyiapkan berkas administrasi sedangkan saya diminta ambil obat di bagian farmasi lumayan lama juga saya menunggu obat sampai satu jam. Pukul 14.55 baru terima obat, lalu saya bergegas kembali ke IGD ternyata bapak sudah diberikan berkas tanda bukti rontgen dan juga hasil lab.
Sempat kebingungan ternyata bapak dikiranya saya sudah pulang padahal sebelumnya sudah izin untuk ambil obat. Pukul 15.15 kami berdua pulang dari IGD. Sesampainya di rumah tepatnya kami ke warung mama terlebih dahulu yang sedang beres-beres untuk menjenguk bapak. Karena Anah mencuci baju baru sempat sore ke RS.
Saya ceritakan seluruh informasi yang saya dapatkan kepada mama dan Anah. Jadi kesimpulannya agar ke puskesmas membuat surat rujukan ke poli urologi, hari rabu sudah standby pukul 16.00 untuk registrasi sebelum daftar mengambil hasil rontgen.
Pelajaran yang dapat dipetik kali ini yaitu pandai-pandailah menjaga kesehatan karena bila sudah sakit sangat menyiksa badan kita.
![]() |
| Sumber : koleksi pribadi |
NB : Abis dari RS jadi laper pengen makan nasi padang heheheh. Sehat selalu mama dan bapak...
Terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
Salam satu pena...!



Komentar
Posting Komentar